Penggunaan semen ramah lingkungan sangat fleksibel, salah satunya bisa untuk memperbaiki tembok retak. Perbaikan tembok retak itu mudah, selama bukan keretakan non-struktural. Anda bahkan bisa memperbaiki tembok retak sendiri. Dengan melakukan langkah-langkah yang tepat, Anda tak perlu memanggil tukang mahal hanya untuk memperbaiki sedikit keretakan yang terjadi.
Maka dari itu, perbaikan dengan teknik yang tepat agar dinding bisa kembali mulus, harus Anda ketahui.
Begini 5 Cara Memperbaiki Tembok Retak
Ingin tahu seperti apa langkah-langkah perbaikannya? Anda bisa mempertimbangkan cara-cara berikut:
1. Kenali dan Bersihkan Dulu Area yang Retak
Langkah pertama, periksa retakan dengan teliti. Apakah hanya berupa retak rambut yang kecil, atau retakan lebih lebar yang perlu perhatian ekstra? Dengan mengenali jenis retakannya, Anda bisa tahu pendekatan perbaikannya. Setelah itu, bersihkan area retak dari cat lama, debu, atau jamur menggunakan sikat, lap kering, atau kain lembap.
Jangan lupa amplas permukaan supaya bagian yang retak benar-benar terbuka. Permukaan yang bersih dan halus membuat bahan perbaikan bisa menempel sempurna.
2. Isi dengan Wall Filler yang Pas
Wall filler atau dempul tembok menjadi salah satu material yang bisa Anda gunakan untuk mengisi retakan. Laman Kumparan, mengatakan jika wall filler bisa jadi salah satu solusi untuk tembok yang retak.
Saat akan mengerjakannya, pakai spatula atau trowel untuk menekan filler agar masuk ke celah retakan. Selanjutnya, ratakan permukaannya agar tidak menonjol. Untuk keretakan yang lebih dalam, Anda bisa melakukan pengisian bertahap. Intinya jangan buru-buru untuk menutup sekaligus karena bisa membuat filler mengempis ketika kering.
3. Lapisi dengan Cat Plamir
Apakah wall filler sudah kering? Jika sudah, maka lanjutkan dengan cat plamir untuk meratakan permukaan. Plamir memiliki fungsi utama untuk menyamarkan perbedaan tekstur antara area perbaikan dengan dinding di sekitarnya. Selain itu, plamir pun bisa menciptakan dasar yang halus untuk lapisan cat berikutnya. Dengan begitu, hasil akhir akan terlihat lebih rapi.
4. Haluskan Kembali dengan Amplas
Saat lapisan plamir telah kering, haluskan kembali area tersebut menggunakan amplas. Lakukan dengan gerakan ringan agar hasilnya rata dan menyatu dengan dinding yang ada di sekeliling. Proses ini tentu penting agar ketika dalam proses pengecatan, perbedaan permukaan tidak terlihat.
5. Cat Ulang dengan Warna yang Sama
Setelah permukaan sudah halus, sudah waktunya menutup bekas perbaikan menggunakan cat. Anda bisa memakai cat yang warnanya sama persis dengan tembok. Kalau mau hasilnya maksimal, maka pengecatan harus Anda lakukan sebanyak dua lapis. Setelahnya, Anda hanya perlu melakukan perawatan berkala saja. Jangan lupa, agar perbaikan bisa tahan lama, kualitas material jadi kuncinya.
Di sinilah semen ramah lingkungan dari SCG bisa jadi pilihan. Produk semen komposit SCG sudah memperoleh sertifikat Gold Green Label dari Green Product Council Indonesia dengan skor 95,8%. Artinya, proses produksinya lebih efisien energi, rendah emisi, dan juga ramah lingkungan.
